"Selamat Datang di situs Filsafat Pendidikan Islam. Situs ini memuat materi seputar Filsafat pendidikan Islam. Situs ini juga sebagai media interaksi kami dengan Maha Guru kami juga sebagai wahana untuk penilaian (tugas). Situs ini tampil dengan sangat sederhana mengingat situs ini adalah untuk kegiatan resmi perkuliahan. Kami menerima saran dan kritik dari para pengunjung. Terima kasih

Kamis, 21 Oktober 2010

KELOMPOK 4

Epistemologi Burhani

Diresum Oleh Esti Rohmah  Ainiyah  (08410217)

Al-burhani berarti argumen yang pasti dan jelas.burhani adalah aktivitas pikir untuk menetapkan kebenaran pernyataan melalui metode penalaran (rasional). Dalam pengertian luas burhani adalah setiap aktivitas pikir untuk menetapkan kebenaran pernyataan.
Sebagai aktifitas pengetahuan, burhani adalah episteme yang berargumentasi secara deduktif. Sedangkan sebagai diskursus pengetahuan, burhani merupakan dunia pengetahuan falsafah yang masuk kebudaya arab islam melalui karya aristoteleles.
Banyak pemikir islam dari dunia islam barat menerapkan episteme burhani, seperti ibn rusyd,al-syafibi, ibn khaldun.
Ibn rusyd berusaha menerapkan dasar-dasar episteme burhani dengan cara membela argumen secara kausalitas.usaha ibn rusyd dalam membangun tradisi episteme burhani, baik dalam disiplin kalam maupun dalam filsafat dianjutkan oleh al-syatibi dalam usul fiqih.
Menurut aljabiri, inbn khaldun dalam bukunya al-muqoddimah, ibnkhaldun menyingkap sejumlah takbir yang menyelimuti riwayat hidup para pendahulu.kemudian menganalisis menarik kesimpulan.
Ibn khaldun menjadikan sejarah sebagai ilmu burhani, sejarah yang ditulis sejarah ilmiah yang intinya “penelitian,penyelidikan, dan analisis” selain itu juga berintikan pengetahuan yang akurat tentang asal-usul , perkembangan, serta riwayat hidup dan matinya kisah peradaban manusia.

1 komentar:

  1. Pengalaman sehari-hari ternyata merupakan serpihan-serpihan logika yang menarik. Seiring dengan itu, dengan logika kebiasaan atau pengalaman ternyata telah menjadi sedemikian bermakna. Perkembangan tradisi intelektualisme bisa dilacak dari sejauhmana apresiasi kaum intelektualnya terhadap logika. Kemudian, akumulasi berbagai pandangan dan disiplin ilmu yang mengikuti pola pikir logika, ternyata membuat logika menjadi lebih dari sekedar sarana ilmiah, tetapi malah menjadi semacam cara pandang tersendiri dalam melihat, menafsirkan, dan memperlakukan dunia. Suatu cara pandang yang menempatkan akal sebagai instrumen yang dapat merepresentasikan realitas ini dengan tepat.

    Sumber bacaan
    Muhammad Kurdi,
    Pendekatan Bayani, Burhani Dan Irfani Dalam Ranah Ijtihadi Muhammadiyah, http://muhammad-kurdi.blogspot.com/2008/10/pendekatan-bayani-burhani-dan-irfani.html, Diakses tanggal 25 Oktober 2010 jam 21.20 WIB
    Mohd. Muslih Logika: dari Kebiasaan, Sarana Ilmiah hingga Nalar Burhani, http://muhammadmuslih.wordpress.com/2009/05/25/logika-dari-kebiasaan-sarana-ilmiah-hingga-nalar-burhani/, Diakses tanggal 25 Oktober 2010 jam 21.25 WIB
    saiful hadi, Filsafat Ilmu:Berkenalan dengan epistemology Islam, http://id.wordpress.com/tag/makalah-semester-2/, Diakses tanggal 25 Oktober 2010 jam 21.25 WIB

    BalasHapus